informatika.umsida.ac.id — Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan Pembekalan Calon Asisten Laboratorium di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Senin (23/12). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan awal kepada mahasiswa calon asisten laboratorium terkait dasar-dasar teknologi informasi, khususnya pada materi jaringan komputer.
Pembekalan ini diikuti oleh mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi asisten laboratorium Teknik Informatika. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pengenalan awal mengenai konsep jaringan komputer, interfaces, serta penggunaan ether sebagai bagian penting dalam pengelolaan jaringan. Materi tersebut menjadi bekal dasar bagi mahasiswa sebelum terjun langsung mendampingi kegiatan praktikum di laboratorium.
Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang disertai praktik sederhana dan pendampingan langsung oleh asisten laboratorium. Metode ini bertujuan agar peserta dapat memahami materi secara bertahap, terutama bagi mahasiswa yang masih awam terhadap dunia jaringan komputer. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana adaptasi awal bagi calon asisten laboratorium terhadap lingkungan dan sistem kerja laboratorium.
Salah satu peserta, Nazwa, menilai kegiatan pembekalan ini memberikan pengalaman baru yang menarik serta menambah wawasan tentang jaringan komputer. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan yang sebelumnya belum ia pahami.

“Acaranya sangat seru dan saya jadi tahu tentang apa itu jaringan, kemudian interfaces, lalu untuk ether 1, 2, dan 3,” ujar Nazwa.
Meski demikian, Nazwa mengakui bahwa terdapat beberapa materi yang cukup menantang untuk dipahami. Namun, ia merasa terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh para asisten laboratorium selama kegiatan berlangsung.
“Tantangan yang saya rasakan ada beberapa materi yang tidak saya pahami, namun kakak aslab membantu saya dengan baik,” tambahnya.
Nazwa berharap, setelah mengikuti pembekalan ini, pembelajaran teknologi informasi dapat semakin diperdalam, baik melalui kegiatan di dalam kelas maupun di luar kelas.
“Harapan saya setelah mengikuti acara ini agar pembelajaran IT bisa lebih mendalam lagi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas,” tuturnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya, Dwi Angga. Ia mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti pembekalan, dirinya belum memiliki pemahaman mengenai jaringan komputer. Melalui kegiatan ini, ia mulai memahami konsep dasar jaringan.
“Kita yang sebelumnya tidak tahu, jadi lebih mengerti apa itu jaringan,” ungkap Dwi Angga.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah karena ini merupakan pengalaman pertamanya mempelajari jaringan komputer secara langsung. Rasa asing dan kesulitan sempat dirasakan, terutama pada awal kegiatan.
“Karena ini first time buat saya, jadi merasa sangat asing dan sangat sulit,” katanya.
Meski begitu, Dwi Angga mengapresiasi peran para asisten laboratorium yang telah membimbing peserta dengan baik dan sabar.
“Namun kakak aslab membimbing dengan sangat baik,” lanjutnya.
Ia berharap, setelah mengikuti pembekalan ini, pemahamannya mengenai jaringan komputer dapat semakin meningkat.
“Harapan saya, saya akan jadi lebih tahu tentang jaringan,” ujarnya.
Sementara itu, Ferdiansyah menilai kegiatan pembekalan calon asisten laboratorium ini sangat bermanfaat, terutama bagi mahasiswa yang sebelumnya belum memiliki pengetahuan tentang pengolahan data dan jaringan komputer.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang mengolah data dan mengolah jaringan,” ungkap Ferdiansyah.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan materi yang disampaikan, Ferdiansyah mengaku mulai memahami dasar-dasar teknologi informasi.
“Setelah belajar dan mendengarkan materi yang disampaikan, saya jadi paham tentang IT,” katanya.
Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan tetap dirasakan di awal kegiatan, mengingat materi yang disampaikan masih tergolong baru baginya.
“Tantangannya mungkin masih kesulitan di awal, karena menurut saya materinya masih awam bagi saya,” jelasnya.
Ferdiansyah berharap, melalui kegiatan pembekalan ini, dirinya dapat lebih memahami dunia komputer serta peran asisten laboratorium, dan mampu mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
“Harapan saya setelah ikut kegiatan ini, semoga saya bisa lebih paham tentang dunia komputer dan aslab, serta saya bisa lebih berkembang,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pembekalan calon asisten laboratorium Teknik Informatika Umsida ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Materi jaringan yang disampaikan dinilai relevan sebagai bekal awal bagi mahasiswa yang akan terlibat langsung dalam kegiatan laboratorium.
Melalui pembekalan ini, diharapkan calon asisten laboratorium tidak hanya memiliki kemampuan teknis dasar, tetapi juga kesiapan dalam membantu proses pembelajaran praktikum serta mampu beradaptasi dengan lingkungan laboratorium. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mencetak asisten laboratorium yang kompeten dan profesional di bidang teknologi informasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
penulis shafiqa azwa l















